”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. ...an-Nasa’I dan Ahmad)
Fabiayyi alaairobbikumaa tukadzdzibaan..[Q.S.Ar Rahman:13]

Friday, December 31, 2010

Bagaimana Kita Menyikapi Tahun Baru Masehi

Diantara kebiasaan orang dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai ngetrend di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru. Sebenarnya bagaimana Islam memandang perayaan tahun baru?

Bolehkah Merayakannya?

Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

Sunday, December 26, 2010

** Proposal Nikah **

Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).

Sunday, December 19, 2010

Argumentasi, Lelaki Shalih, dan Cinta

dakwatuna.com – “Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang.

“Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” Di sini Rasulullah mengabarkan sebuah ancaman atau konsekuensi jika pinangan lelaki shalih itu ditolak oleh pihak yang dipinang. Ancamannya disebutkan secara umum berupa fitnah di muka bumi dan meluasnya kerusakan.

Wednesday, December 15, 2010

Sifat Kelembutan Rasulullah Saw


Nabi Muhammad saw tak pelak lagi adalah contoh teladan sempurna, tidak saja bagi masyarakat, keluarga bahka diri beliau sendiri. Karena kedamaian dengan Tuhan tidak akan tercapai jika kita belum bisa berdamai secara masyarakat dan berdamai dengan diri sendiri.

Terhadap keluarga khususnya istri-istri beliau, beliau menampak contoh teladan yang baik sekali kepada kita, misalnya dalam hal perlakuan kasih sayang terhadap istri, tidak memperlakukan kasar terhadap istri beliau.

Tuesday, December 14, 2010

Puasa Sunnah ‘âsyûrâ` 9--11 Muharam 1432 H

Shaum ‘âsyûrâ` adalah shaum (puasa) hari âsyûrâ`, yaitu hari ke-10 bulan Muharram. Shaum pada hari ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab :



يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ
...


“(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.” [HR. Muslim 1162)



Shaum ini merupakan shaum sunnah. Dulu Nabi shalallahu’alaihi wa sallam biasa melakukannya. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mu`minin Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu’anha :

Monday, December 13, 2010

*** TERIMA KASIH ***

Sebuah terima kasih adalah sikap, sebelum ia menjadi ucapan yang terlihat sangat ringan. Sepotong kata terima kasih adalah keyakinan, sebelum ia meluncur dalam kata-kata yang terlihat sangat biasa. Maka untuk mengucapkannya kita pun harus menata jiwa, merapikan hati, mengelola perasaan, untuk sebuah keputusan berterima kasih, atas sesuatu, bahkan yang tak menyenangkan. Maka logika terima kasih, memiliki tempat yang rumit dalam psikologi sikap.
Sesungguhnya seluruh peristiwa hidup yang kita terima, adalah rangkaian peran demi peran dari banyak pihak. Peran-peran itu layak mendapat apresiasi terima kasih. Puncak dari segala peran adalah peran Allah Swt, kuasa-Nya. Kekuatan-Nya, pada yang besar atau yang kecil.
Pada yang kuat atau yang lemah. Pada yang terlihat atau yang tersembunyi. Pada yang di mengerti atau tidak dimengerti oleh manusia.
Pada proses ketika kita memutuskan berterima kasih seteleh mendapatkan sesuatu yang baik maupun setelah dihardik, di tengahnya ada serentetan argumen-argumen, yang banyak orang tidak mengerti dan memahaminya. Bahwa tak jadi soal dianggap hina bila Allah masih memberi kehormatan.
Begitulah Sebuah terima kasih mengalir menuju Allah SWT.
Melewati lorong-lorong pemikiran yang begitu panjang. Lantas terima kasih untuk hal yang menyenangkan, pun punya prinsipnya yang juga luar biasa.
Dalam soal kebajikan yang kita terima dari orang lain, orang lain yang memberi kebaikan, harus kita balas. Kita diajarkan untuk membalas budi baik orang dengan setimpal, atau yang lebih.
Tetapi kita juga diajarkan tentang arus akhir dari terima kasih, adalah do’a kita, agar Allah membalas orang yang memberi kita kebaikan itu dengan balasan yang setimpal, ‘jazakumullah’, semoga Allah memberinya balasan. Artinya, terima kasih untuk sebuah investasi kebajikan yang diberikan orang kepada kita.
Orang-orang yang tulus tidak pernah gila terima kasih, mereka tidak pernah terganggu oleh itu. Maka kita yang menikmati ketulusan itu yang memerlukan terima kasih, sebagai penebusan akan tanggung jawab, serta pembalasan minimal yang patut.
Dalam pengertian ini, ucapan terima kasih, pertama-tama merupakan kepentingan pihak yang mengucapkan, sebelum pihak yang menerima ucapan itu.
Ada pernyataan di sana, pengakuan, kesadaran, dan keberanian menepis keangkuhan.
Maka di sini, terima kasih adalah pendefinisian tentang diri kita sendiri, lebih dari sekedar cermin, atau citra basa-basi. Berterima kasih adalah ucapan verbal yang ringan dan mudah, tetapi tidak semua orang menyadari akan kepentingan, unergensi dan nilai-nilai yang ada di baliknya.
Arogansi dan keangkuhan seringkali menjadi bagian utama keengganan sesorang untuk mengucapkan terima kasih.
Begitulah terima kasih menjalankan fungsinya, berliku namun nyata kesudahannya. Landai tapi meninggi menuju puncak maknanya. Sederhana di lahirnya, tapi luar biasa pada filosofi dan prinsip mendasarnya.
Terima kasih menorehkan semangat keberartian pada diri orang-orang yang telah berkarya, memberi, membagi, dan juga menyediakan bagian-bagian tertentu dari hidupnya untuk orang lain. Tapi juga keberartian kita sendiri, para penikmat kebaikan Allah SWT dan kebaikan orang lain, yang sering kali kita lupa.